PKN-IPC Kelompok 15 · Desa Tembongwah · Poltekkes Kemenkes Semarang Program KKN Interprofesi Kesehatan 2026
Tim PKN-IPC Kelompok 15 Desa Tembongwah
Logo Rumah Sehat Tembongwah

Desa Sehat Tembongwah

Portal Edukasi Kesehatan Masyarakat Desa Tembongwah

Poltekkes Kemenkes Semarang ✦ Interprofesi Kesehatan PKN-IPC Kelompok 15
Selamat Datang

Desa Sehat Tembongwah — Portal Kesehatan Masyarakat Desa

Kami adalah tim KKN Interprofesi Kesehatan dari Poltekkes Kemenkes Semarang yang hadir untuk membawa edukasi kesehatan langsung ke tengah masyarakat Desa Tembongwah. Temukan informasi gizi, kesehatan gigi, tuberkulosis, hipertensi, dan berbagai program inovasi kami di sini.

Kenali Program Kami →

PKN-IPC Kelompok 15

Praktik Kerja Nyata Interprofesi Kesehatan
Poltekkes Kemenkes Semarang · Desa Tembongwah

18
Anggota
7
Jurusan
1
DPL
Dosen Pembimbing Lapangan
M. Erfansyah ME

M. Erfansyah, S.Si, S.Tr.Kes (Rad), M.Tr. Kes

Dosen Pembimbing Lapangan
Teknologi Radiologi Pencitraan
Anggota Kelompok
Restu Eka Naviana

Restu Eka Naviana

Gizi dan Dietetika
Tsaqif Abdan Syakur

Tsaqif Abdan Syakur

Teknologi Radiologi Pencitraan
Alfida Nazanah Prasetyowati

Alfida Nazanah Prasetyowati

Gizi dan Dietetika
Paulina Aurell Oktiardika

Paulina Aurell Oktiardika

Keperawatan
Sazkya Jihan Latiefa

Sazkya Jihan Latiefa

Keperawatan
Aisyah Nurlita Dewi

Aisyah Nurlita Dewi

Keperawatan
Luthfiyah Farras Azkia

Luthfiyah Farras Azkia

Keperawatan
Bunga Nadia Putri Arnata

Bunga Nadia Putri Arnata

Kebidanan
Intan Nur'aini

Intan Nur'aini

Kebidanan
Miski Fitria Ramadhani

Miski Fitria Ramadhani

Keperawatan
Yunita Cahyani

Yunita Cahyani

Kesehatan Lingkungan
Nazila Gusti Citra

Nazila Gusti Citra

Kesehatan Gigi
Setya Ayu Erika

Setya Ayu Erika

Kebidanan
Reza Meilani Putri

Reza Meilani Putri

Teknologi Laboratorium Medis
Nayla Azzahra

Nayla Azzahra

Teknologi Laboratorium Medis
Amalia Rizky Nur Fadillah

Amalia Rizky Nur Fadillah

Gizi dan Dietetika
Nabilah Aisha Rosyadah

Nabilah Aisha Rosyadah

Kesehatan Lingkungan
Chatriena Saffana Mumtaz

Chatriena Saffana Mumtaz

Teknologi Laboratorium Medis
🥗

Gizi & Stunting

Kenali stunting sejak dini — penyebab, dampak, cara penanganan, dan pencegahannya untuk masa depan anak yang lebih sehat.

⚠️ Tahukah Kamu?

Stunting bukan hanya soal tubuh pendek — ini adalah tanda bahwa pertumbuhan otak, daya tahan tubuh, dan kemampuan belajar anak tidak berjalan optimal sejak dini akibat kekurangan gizi dalam waktu lama.

1000
Hari Pertama Kehidupan
masa paling kritis
0–2
Tahun usia anak
periode emas pertumbuhan
4
Faktor penyebab utama
stunting

🔎 Pengertian Stunting

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang terjadi karena kekurangan gizi dalam waktu lama, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.

Anak stunting biasanya memiliki tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak seusianya, tetapi masalahnya jauh lebih dalam dari sekadar tinggi badan.

🧠

Perkembangan Otak

Terganggu, berdampak pada kemampuan belajar dan konsentrasi anak

🦠

Daya Tahan Tubuh

Lemah, anak lebih mudah sakit dan rentan terhadap infeksi berbahaya

📏

Pertumbuhan Fisik

Tidak optimal, tinggi dan berat badan di bawah standar anak seusianya

⏳ Kapan Masa Paling Kritis?

Pertumbuhan berlangsung paling cepat pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu:

🤰
280 hari
Masa kehamilan (9 bulan)
🍼
365 hari
Tahun pertama kehidupan
👦
365 hari
Tahun kedua kehidupan
🦷

Kesehatan Gigi & Mulut

Kenali anatomi gigi, cara menjaga kebersihan mulut, jenis penyakit gigi, serta pencegahannya untuk senyum sehat seumur hidup.

⚠️ Tahukah Kamu?

Karies gigi adalah penyakit tidak menular paling umum di dunia — lebih dari 90% orang dewasa pernah mengalaminya. Padahal, hampir semua kasus karies bisa dicegah hanya dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut setiap hari.

20
Gigi Sulung
pada anak
32
Gigi Tetap
pada orang dewasa
Gosok gigi sehari
pagi & malam
6 bln
Periksa gigi rutin
untuk dewasa

🔎 Apa Itu Rongga Mulut?

Rongga mulut dibentuk oleh dua rahang — rahang atas dan rahang bawah. Di dalamnya terdapat gigi, gusi, lidah, dan jaringan lunak lainnya yang bekerja sama untuk mengunyah, berbicara, dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

👄

Bibir

Menjaga makanan agar tidak keluar, merasakan suhu makanan, membantu berbicara, dan membentuk ekspresi wajah.

🌿

Gusi

Jaringan lunak berwarna merah muda di sekitar mahkota gigi. Berfungsi melindungi serat pengikat akar gigi ke tulang rahang.

👅

Lidah

Alat perasa dan pengecap makanan, membantu menelan, berbicara, dan menjilat. Terdiri dari otot yang dilapisi selaput lendir.

💧

Kelenjar Ludah

Menghasilkan saliva/ludah yang melindungi jaringan mulut, melancarkan menelan, dan membantu pencernaan makanan.

I

Gigi Seri (Incisors)

Berbentuk seperti pahat. Berfungsi memotong makanan sebelum masuk ke rongga mulut.

C

Gigi Taring (Canines)

Bentuknya lancip seperti paku. Berfungsi mencabik dan merobek makanan.

P

Geraham Kecil (Premolars)

Permukaan berlekuk. Berfungsi menghaluskan makanan sebelum ditelan.

M

Geraham Besar (Molars)

Permukaan paling luas dan berbenjol. Berfungsi menggiling dan menghaluskan makanan.

📍 Email (Enamel)
Lapisan terluar gigi — sekaligus jaringan terkeras di seluruh tubuh manusia. Berfungsi melindungi bagian dalam gigi dari rangsangan panas, dingin, dan asam. Email tidak dapat beregenerasi jika rusak, sehingga menjaga email dari karies sangat penting.
📍 Dentin
Lapisan di bawah email, berwarna lebih kuning. Mengandung ujung-ujung saraf yang berasal dari pulpa, sehingga bila dentin terbuka akibat kerusakan email, gigi akan terasa ngilu atau sensitif.
📍 Pulpa
Bagian terdalam gigi. Tempat saraf, pembuluh darah, dan pembuluh getah bening berada. Pulpa adalah bagian yang "menghidupkan" gigi — memberi nutrisi dan sensasi rasa. Bila karies mencapai pulpa, rasa sakit menjadi sangat intens.
📍 Sementum & Tulang Alveolar
Sementum melapisi seluruh permukaan akar gigi. Tulang alveolar adalah tempat tertanamnya akar gigi pada rahang. Di antara keduanya terdapat jaringan periodontal (serabut) yang menahan tekanan agar tidak langsung mengenai tulang.

💡 Ingat: Gigi terdiri dari mahkota gigi (bagian yang terlihat di rongga mulut) dan akar gigi (bagian yang tertanam di tulang rahang dan tertutup gusi). Merawat keduanya sama pentingnya!

🌱 Awal Pertumbuhan Gigi

Benih gigi mulai terbentuk sejak kehamilan minggu ke-6. Benih ini tumbuh terus dan akan muncul berangsur-angsur beberapa bulan setelah bayi lahir. Proses pertumbuhan gigi melalui tiga periode utama.

Periode 1

Gigi Sulung (Gigi Susu)

Gigi pertama mulai tumbuh pada bayi usia ±7 bulan, dimulai dari gigi seri pertama. Gigi sulung lengkap pada usia ±29 bulan (2 tahun), berjumlah 20 gigi — 10 pada tiap rahang.

Urutan tumbuh gigi atas:

Seri Pertama: 8–12 bln Seri Kedua: 9–13 bln Taring: 16–22 bln Geraham 1: 13–19 bln Geraham 2: 25–33 bln
Periode 2

Gigi Campuran (Usia 6–14 Tahun)

Gigi tetap pertama yang tumbuh adalah geraham besar pertama dan seri pertama bawah, dimulai usia 6 tahun. Gigi sulung akan goyang lalu lepas satu per satu digantikan gigi tetap.

⚠️ Perhatian orang tua: Pada periode ini banyak orang tua tidak menyadari bahwa gigi yang berlubang adalah gigi tetap — bukan gigi sulung — sehingga terlambat diobati. Segera bawa ke puskesmas/dokter gigi bila gigi pengganti sudah tampak tumbuh namun gigi sulung belum lepas.

Periode 3

Gigi Tetap (Permanen)

Gigi tetap lengkap sekitar usia 14 tahun, berjumlah 32 gigi — terdiri dari 2 seri, 1 taring, 2 geraham kecil, dan 3 geraham besar di tiap sisi rahang. Geraham bungsu (geraham ke-3) tumbuh paling akhir usia 17–21 tahun.

⚠️

Bila gigi tetap rusak, tidak akan ada yang menggantikannya. Rawat dengan baik karena akan dipakai seumur hidup.

🍼 Karies Botol Susu (Nursing Bottle Syndrome)

Karies pada balita sering disebabkan kebiasaan minum susu botol/ASI sambil tidur sepanjang malam, konsumsi susu manis sebelum tidur tanpa dibersihkan, dan jajan makanan manis-manis.

Pencegahan: Sikat gigi bayi minimal 2× sehari dengan sikat berbulu lembut. Kumur-kumur atau beri minum air putih setelah minum susu. Hindari kebiasaan menyusui/membotol sambil tidur.

Masalah Gigi pada Ibu Hamil

Perubahan hormonal selama kehamilan meningkatkan risiko radang gusi (gingivitis gravidarum). Bakteri dari gusi yang meradang dapat masuk ke aliran darah dan merangsang kontraksi rahim, sehingga berisiko menyebabkan kelahiran prematur.

Pencabutan gigi sebaiknya dihindari pada trimester 1 dan 3. Bila ada keluhan, segera konsultasi ke dokter gigi. Tetap jaga kebersihan gigi setiap hari, berkumur setelah muntah (trimester 1), dan konsumsi makanan bergizi.

⏰ Kapan Waktu yang Tepat?

Waktu terpenting menyikat gigi adalah pagi hari sesudah makan dan malam hari sebelum tidur. Menyikat gigi sebelum tidur sangat penting karena air liur berkurang saat tidur, sehingga gigi lebih rentan terhadap asam bakteri.

1

Persiapkan Sikat & Pasta Gigi Berfluoride

Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride sebanyak ±½ cm (sebesar biji kacang tanah). Fluoride membantu memperkuat email gigi dan mencegah karies.

2

Berkumur dengan Air Bersih

Basahi mulut sebelum mulai menyikat agar sikat gigi bergerak lebih lancar dan pasta gigi menyebar merata.

3

Sikat Permukaan Luar Gigi Depan Atas

Letakkan sikat pada sudut 45° terhadap gusi. Gerakkan sikat dengan gerakan maju-mundur pendek atau memutar selama ±2 menit (minimal 8 gerakan per 3 permukaan gigi).

4

Sikat Bagian Dalam Gigi Depan & Belakang

Ulangi gerakan yang sama pada bagian dalam semua gigi atas dan bawah. Untuk bagian dalam gigi depan bawah, miringkan sikat secara vertikal dan sikat dengan gerakan atas-bawah.

5

Sikat Permukaan Kunyah

Bersihkan permukaan kunyah gigi atas dan bawah dengan gerakan maju-mundur pendek dan lembut. Perhatikan khusus celah-celah gigi geraham.

6

Sikat Lidah & Langit-Langit

Bakteri juga menempel pada lidah dan langit-langit mulut. Sikat keduanya dengan gerakan maju-mundur berulang untuk menyegarkan napas.

7

Berkumur 1 Kali Saja

Setelah menyikat, berkumur hanya 1 kali agar sisa fluoride tetap menempel pada gigi dan memberikan perlindungan lebih lama.

⚠️ Jangan sikat terlalu keras, terutama di area pertemuan gigi dengan gusi. Tekanan berlebihan dapat merusak email dan menyebabkan gigi ngilu serta gusi resesi.

🪥

Sikat Gigi

Pilih sikat dengan bulu sedang (medium), kepala sikat yang pas untuk ukuran mulut, dan gagang yang nyaman digenggam. Ganti sikat setiap 3 bulan sekali.

🧵

Benang Gigi (Dental Floss)

Bersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat. Potong 40 cm floss, belitkan di jari tengah, lalu selipkan perlahan ke bawah gusi dan gerakkan naik-turun di setiap sela gigi.

🔧

Tusuk Gigi

Gunakan bila ada makanan yang menyangkut di sela gigi. Arahkan bagian lancip ke atas untuk gigi bawah dan ke bawah untuk gigi atas. Jangan arahkan ke gusi.

💊

Pasta Gigi Berfluoride

Pastikan pasta gigi mengandung fluoride. Fluoride memperkuat email gigi dan membantu remineralisasi email yang mulai lemah akibat serangan asam bakteri.

👦 Catatan untuk Anak-Anak

Anak usia di bawah 9 tahun perlu diawasi dan dibantu orang tua dalam menyikat gigi. Posisikan anak dengan kepala bersandar di lutut, atau berdiri di belakang anak sambil menyangga kepalanya agar seluruh gigi dapat terjangkau.

Anak baru bisa menyikat gigi mandiri tanpa pengawasan mulai usia 9 tahun, namun tetap perlu dipantau hingga usia 14 tahun.

🦠 Bagaimana Penyakit Gigi Terjadi?

Bakteri di dalam plak bereaksi dengan sisa makanan menghasilkan asam dan racun. Asam menyerang email dan menyebabkan karies (lubang gigi), sementara racunnya menyerang gusi dan menyebabkan radang gusi.

Plak adalah lapisan tipis tidak berwarna yang melekat di permukaan gigi — terdiri dari sisa makanan halus, zat perekat, dan kuman. Bila plak mengeras, ia menjadi karang gigi yang hanya bisa dibersihkan oleh tenaga kesehatan (scaling).

🟡

Karies Superfisial

Menyerang lapisan email hingga batas email-dentin. Kadang tidak terlihat, pasien mungkin tidak merasakan keluhan atau hanya linu saat rangsangan dingin.

Pengobatan: 1 kali kunjungan untuk tambal.

🟠

Karies Media

Sudah mencapai dentin. Lubang terlihat atau tersembunyi di bawah makanan. Pasien mengeluh sakit/linu terutama saat kemasukan makanan atau rangsangan dingin/manis.

Pengobatan: 2 kali kunjungan sebelum ditambal.

🔴

Karies Profunda

Sudah mencapai pulpa. Rasa sakit senut-senut hingga tidak bisa tidur. Bila pulpa sudah mati, tidak terasa sakit tapi terasa sakit saat mengunyah. Bila dibiarkan, gusi bengkak dan bernanah.

Pengobatan: beberapa kali kunjungan, kemungkinan harus dicabut.

📍 Tempat-Tempat Rawan Karies

  • Di celah-celah antara gigi
  • Pada lekuk-lekuk permukaan kunyah gigi geraham
  • Pada perbatasan gigi dan gusi
📍 Apa Itu Gingivitis?
Gingivitis adalah peradangan pada gusi yang menyebabkan gusi di sekitar leher gigi membengkak, berwarna lebih merah dari biasanya, dan mudah berdarah saat menyikat gigi. Penyebab utamanya adalah penumpukan plak yang tidak dibersihkan.
📍 Karang Gigi (Kalkulus)
Plak yang tidak dibersihkan lama-kelamaan akan mengeras menjadi karang gigi (kalkulus) karena mengalami mineralisasi. Karang gigi memperparah peradangan gusi. Karang gigi tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi biasa — harus dibersihkan oleh petugas kesehatan gigi dengan prosedur scaling.
📍 Dampak Penyakit Gigi terhadap Kesehatan Tubuh
Infeksi gusi yang tidak diobati berisiko menyebabkan penyakit di bagian tubuh lain, antara lain: stroke, diabetes, kelahiran prematur, infeksi katup jantung, dan komplikasi sistemik lainnya. Bakteri dari infeksi gusi dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh.

✅ Kebiasaan BAIK

  • Gosok gigi 2× sehari — pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur
  • Gunakan pasta gigi berfluoride
  • Membersihkan sela gigi dengan benang gigi (flossing)
  • Makan makanan berserat dan bergizi (sayur, buah, protein)
  • Minum air putih yang cukup setiap hari
  • Periksa gigi rutin: anak 3 bulan sekali, dewasa 6 bulan sekali
  • Segera ke puskesmas/dokter gigi bila ada keluhan

❌ Kebiasaan BURUK

  • Menghisap jari → gigi tonggos dan gigitan terbuka
  • Menggigit kuku/pensil → gigi bergeser
  • Membuka botol atau menggigit benang dengan gigi → gigi patah
  • Merokok → stain, bau mulut, kanker mulut, gigi berlubang
  • Piercing lidah/bibir → infeksi, gigi patah, komplikasi serius
  • Gigi gemerutuk saat tidur (bruxism) → email aus, gigi linu
  • Bernafas melalui mulut → mulut kering, mudah infeksi
🥦

Makanan Berserat

Sayur dan buah membantu membersihkan permukaan gigi secara alami saat dikunyah dan merangsang produksi air liur.

🥛

Kalsium & Fosfor

Susu, keju, tahu, dan kacang-kacangan memperkuat email dan dentin gigi. Sangat penting pada masa pertumbuhan.

🚫

Hindari Makanan Manis

Permen, cokelat, gulali, dan kue menjadi makanan favorit bakteri plak. Bila dikonsumsi, segera sikat gigi atau berkumur.

🚫

Hindari Makanan Asam & Ekstrem

Makanan terlalu asam (mengandung cuka) atau terlalu panas/dingin dapat mengikis email gigi yang sudah melemah.

🔎 Periksa Gigi Secara Teratur

Pemeriksaan rutin memungkinkan masalah gigi ditemukan lebih awal sebelum semakin parah dan mahal untuk diobati.

3 bln
sekali untuk anak-anak
6 bln
sekali untuk dewasa

Bila menemukan kelainan pada gigi dan mulut, segera datang ke Balai Pengobatan Gigi (BPG) atau Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan.

ℹ️ Tentang Skrining Ini

Skrining ini membantu mendeteksi kemungkinan masalah kesehatan gigi dan mulut berdasarkan keluhan yang kamu rasakan. Ini bukan pengganti pemeriksaan oleh tenaga kesehatan gigi. Bila menunjukkan tanda masalah, segera konsultasi ke klinik gigi atau puskesmas terdekat.

📋 Cek Kondisi Gigi & Mulutmu

Centang semua keluhan yang kamu rasakan dalam 1 bulan terakhir:

0
gejala terdeteksi

🩺 Alur Rujukan Kesehatan Gigi

Apabila ditemukan kelainan pada gigi dan mulut saat pemeriksaan sederhana di Posyandu, kader dapat merujuk pasien ke BPG atau Puskesmas terdekat menggunakan Surat Pengiriman Penderita (Rujukan).

Kegiatan yang dicatat kader: Penyuluhan · Pemeriksaan & Pengobatan Sederhana · Rujukan. Laporan bulanan diserahkan ke BPG setiap bulan.

🫁

Tuberkulosis (TBC)

Kenali TBC sejak dini — penyebab, gejala, cara penularan, pengobatan, dan pencegahannya agar kamu dan keluarga terlindungi.

⚠️ Tahukah Kamu?

TBC adalah salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, namun dapat disembuhkan bila ditemukan sejak dini dan diobati secara teratur. Penderita TBC tidak perlu dikucilkan — mereka butuh dukungan untuk sembuh.

≥2
Minggu batuk
→ periksa segera
6
Bulan minimal
pengobatan OAT
BCG
Imunisasi bayi
cegah TBC berat
100%
Bisa sembuh
dengan OAT teratur

🔬 Definisi TBC

Tuberkulosis (TBC/TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC paling sering menyerang paru-paru, namun dapat juga menyerang organ lain seperti tulang, ginjal, kelenjar getah bening, dan otak.

TBC termasuk penyakit airborne disease — menular melalui percikan droplet di udara. TBC bukan penyakit keturunan dan dapat dicegah serta disembuhkan apabila ditemukan sejak dini dan diobati secara teratur.

TBC dibedakan berdasarkan lokasi dan aktivitas penyakit:

🫁

TB Paru

TBC yang menyerang jaringan paru-paru. Merupakan jenis paling umum dan paling sering menularkan penyakit kepada orang lain melalui udara.

🦴

TB Ekstra Paru

TBC yang menyerang organ selain paru, seperti kelenjar getah bening, tulang, ginjal, dan selaput otak. Gejala bergantung pada organ yang terkena.

🔥

TB Aktif

Bakteri berkembang aktif di dalam tubuh, menimbulkan gejala, dan dapat menularkan kepada orang lain. Perlu segera diobati.

😴

TB Laten

Bakteri sudah ada dalam tubuh namun belum menimbulkan gejala dan belum menular. Dapat berkembang menjadi TB aktif bila daya tahan tubuh menurun.

💡 Penting: TB laten tetap perlu dipantau dan mendapat perhatian tenaga kesehatan, meskipun belum ada gejala. Jaga daya tahan tubuh agar TB laten tidak berkembang menjadi TB aktif.

🚨 Gejala Utama — Jangan Diabaikan!

Gejala utama TBC adalah batuk lebih dari 2 minggu. Batuk lama tidak boleh dianggap biasa — segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.

😮‍💨
Gejala UTAMA

Batuk > 2 Minggu

Batuk terus-menerus yang tidak kunjung sembuh dalam lebih dari 2 minggu adalah tanda paling khas TBC

Gejala TAMBAHAN yang menyertai
🩸Batuk berdarah
🌡️Demam lama / tidak tinggi
💦Berkeringat di malam hari
🍽️Nafsu makan menurun
⚖️Berat badan turun drastis
😴Mudah lelah & lemas
🫁Nyeri dada atau sesak napas
🤧Dahak terus-menerus

Pemeriksaan TBC dilakukan secara bertahap oleh tenaga kesehatan:

1

Wawancara & Pemeriksaan Fisik

Tenaga kesehatan menanyakan keluhan, riwayat kontak, dan melakukan pemeriksaan fisik termasuk auskultasi paru.

2

Pemeriksaan Dahak (Sputum)

Dahak penderita diperiksa di laboratorium untuk menemukan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Ini adalah pemeriksaan paling penting untuk menegakkan diagnosis.

3

Foto Rontgen Dada

Foto toraks membantu melihat gambaran kerusakan atau kelainan pada jaringan paru akibat infeksi TBC.

4

Pemeriksaan Lanjutan

Bila diperlukan, dapat dilakukan pemeriksaan tambahan seperti tes darah, biakan dahak, atau pemeriksaan khusus untuk TB ekstra paru.

Ingat: Pemeriksaan dini membantu pengobatan lebih cepat dan mengurangi risiko penularan kepada keluarga serta lingkungan. Jangan tunda ke puskesmas bila batuk sudah lebih dari 2 minggu!

💨 TBC Menular Lewat Udara

TBC menular melalui percikan droplet yang dikeluarkan penderita TB paru aktif saat batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi. Droplet mengandung bakteri dan bertahan di udara, lalu terhirup orang lain di sekitarnya.

Risiko penularan meningkat pada orang yang tinggal serumah atau sering kontak erat dengan penderita TB aktif, terutama di rumah dengan ventilasi kurang baik dan padat penduduk.

✅ TBC MENULAR melalui

  • 😮‍💨Droplet udara saat penderita batuk
  • 🤧Droplet udara saat penderita bersin
  • 🗣️Percikan saat penderita berbicara
  • 🎵Percikan saat penderita bernyanyi
  • 🏠Udara dalam ruangan tertutup & berventilasi buruk

❌ TBC TIDAK menular melalui

  • 🤝Berjabat tangan
  • 🍽️Berbagi makanan atau minuman
  • 👕Berbagi pakaian atau handuk
  • 🦟Gigitan serangga
  • 🚽Menggunakan toilet bersama

Penderita TBC tidak perlu dikucilkan — mereka butuh dukungan keluarga untuk sembuh!

🛡️

Daya Tahan Tubuh Rendah

Kondisi seperti HIV, diabetes, gizi kurang, dan penyakit kronis lainnya membuat tubuh lebih rentan terinfeksi bakteri TBC.

🚬

Merokok

Merokok merusak jaringan paru dan melemahkan sistem imun, sehingga meningkatkan risiko terinfeksi dan mengalami komplikasi TBC.

🏘️

Lingkungan Padat & Gelap

Rumah padat penduduk, ventilasi buruk, dan kurang sinar matahari membuat bakteri lebih mudah bertahan dan menyebar di udara.

👶

Anak-Anak & Lansia

Kelompok usia ini memiliki sistem imun yang lebih lemah dibanding orang dewasa sehat, sehingga lebih rentan terhadap infeksi TBC.

✅ TBC Bisa Sembuh!

TBC dapat disembuhkan dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang diminum secara teratur sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Pengobatan biasanya berlangsung minimal 6 bulan dan tidak boleh dihentikan sebelum waktunya.

Fase 1

Fase Intensif

2 Bulan Pertama

Tahap awal pengobatan untuk membunuh sebagian besar bakteri TBC secara cepat. Obat diminum setiap hari tanpa jeda. Pada fase ini, penderita biasanya mulai tidak menular setelah beberapa minggu.

Fase 2

Fase Lanjutan

4 Bulan Berikutnya

Tahap lanjutan untuk membunuh sisa bakteri yang masih bertahan agar penyakit tidak kambuh kembali. Jumlah obat dapat berkurang, namun tetap harus diminum teratur hingga selesai.

Penyakit Tidak Sembuh

Bakteri yang tidak terbunuh tuntas akan terus berkembang dan penyakit tidak kunjung sembuh.

🦠

Penularan Terus Berlanjut

Penderita yang belum sembuh masih dapat menularkan TBC kepada keluarga dan orang sekitarnya.

💔

Kerusakan Paru Permanen

Infeksi yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru yang tidak bisa pulih.

🔴

TB Resistan Obat (TB-RO)

Bakteri menjadi kebal terhadap OAT. TB-RO jauh lebih sulit, lebih lama, dan lebih mahal diobati.

📌 Pesan Penting untuk Penderita TBC

  • Minum OAT setiap hari tanpa jeda sesuai jadwal yang diberikan
  • Jangan berhenti minum obat meski sudah merasa lebih sehat — bakteri bisa saja masih ada
  • Kontrol rutin ke puskesmas sesuai jadwal untuk memantau perkembangan
  • Beritahu anggota keluarga serumah agar ikut memeriksakan diri

🌟 Pencegahan adalah Kunci

Mencegah TBC jauh lebih mudah daripada mengobatinya. Pencegahan dilakukan melalui tiga jalur utama: perilaku sehat, lingkungan yang baik, dan menjaga daya tahan tubuh.

😷

Perilaku Sehat

  • Tutup mulut saat batuk atau bersin
  • Gunakan masker bila sedang sakit
  • Tidak meludah sembarangan
  • Cuci tangan dengan sabun secara rutin
🏠

Lingkungan Sehat

  • Buka jendela rumah setiap pagi
  • Pastikan ventilasi udara dalam rumah baik
  • Biarkan sinar matahari masuk ke ruangan
  • Hindari kepadatan penghuni dalam satu rumah
💪

Daya Tahan Tubuh

  • Makan makanan bergizi seimbang
  • Istirahat cukup setiap malam
  • Olahraga ringan secara teratur
  • Tidak merokok dan hindari asap rokok
💉

Imunisasi BCG

Vaksin BCG diberikan kepada bayi baru lahir untuk membantu mencegah TBC berat pada anak, termasuk TBC meningitis dan milier. Pastikan bayi mendapat imunisasi BCG sesuai jadwal.

🩺 Panduan Kader: Temukan TB Sejak Dini

Kader Posyandu berperan penting dalam penemuan kasus TBC di masyarakat. Bila menemukan warga dengan batuk lebih dari 2 minggu, kader dapat:

  • Memberikan penyuluhan singkat tentang gejala dan penularan TBC
  • Mendorong warga untuk memeriksakan diri ke Puskesmas
  • Merujuk menggunakan Surat Rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat
  • Memantau kepatuhan minum OAT bagi penderita yang sudah terdiagnosis

ℹ️ Tentang Skrining Ini

Skrining ini membantu mendeteksi kemungkinan adanya gejala TBC berdasarkan keluhan yang kamu rasakan. Ini bukan pengganti pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Bila ada tanda risiko, segera periksa dahak ke Puskesmas terdekat — pemeriksaan TBC gratis di Puskesmas!

📋 Cek Gejala TBC-mu

Centang semua keluhan yang kamu rasakan dalam 1 bulan terakhir:

0
gejala terdeteksi

🫀

Edukasi Hipertensi

Kenali tekanan darah, hipertensi, hipotensi, pencegahan, dan pola makan sehat untuk masyarakat Desa Tembongwah.

ℹ️ Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga medis. Selalu periksakan kesehatan Anda ke Puskesmas atau dokter terdekat.
📋
Kuesioner Skrining Risiko Hipertensi
Isi dengan jujur untuk hasil yang akurat. Bukan pengganti diagnosis dokter.
Progres Pengisian 0 / 16 pertanyaan
👤 Bagian A — Data Diri (tidak diskor)
1
Berapa usia Anda?
2
Jenis kelamin:
3
Apakah Anda pernah diukur tekanan darahnya dalam 1 tahun terakhir?
4
Jika ya, berapa hasil tekanan darah terakhir Anda?
🩺 Bagian B — Gejala yang Dirasakan (Tidak pernah=0 / Kadang=1 / Sering=2)
5
Apakah Anda sering sakit kepala di bagian belakang atau tengkuk?
6
Apakah Anda sering merasa pusing atau berputar?
7
Apakah penglihatan Anda pernah tiba-tiba kabur atau berkunang-kunang?
8
Apakah jantung Anda sering berdebar kencang tanpa sebab?
9
Apakah Anda pernah mimisan tanpa sebab yang jelas?
🍽️ Bagian C — Faktor Risiko Gaya Hidup (Tidak=0 / Kadang=1 / Ya atau Sering=2)
10
Apakah Anda sering makan makanan asin seperti ikan asin, mie instan, kecap, atau saus?
11
Apakah Anda merokok atau sering terpapar asap rokok?
12
Apakah Anda jarang berolahraga (kurang dari 3 kali seminggu)?
13
Apakah Anda merasa sering stres atau tertekan dalam keseharian?
14
Apakah berat badan Anda berlebih atau perut membuncit?
🧬 Bagian D — Riwayat dan Usia (Tidak=0 / Ya=2)
15
Apakah ada orang tua atau saudara kandung yang menderita darah tinggi?
16
Apakah Anda berusia 45 tahun ke atas (laki-laki) atau 55 tahun ke atas (perempuan)?

Tekanan darah adalah kekuatan darah saat mendorong dinding pembuluh darah. Diukur dalam dua angka:

Sistolik (Angka Atas)
Tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh
Diastolik (Angka Bawah)
Tekanan saat jantung beristirahat di antara denyutan

Klasifikasi Tekanan Darah (Standar Kemenkes RI)

KategoriSistolik (mmHg)Diastolik (mmHg)
🔵 Hipotensi< 90< 60
✅ NORMAL90–11960–79
⚠️ Waspada / Pra-Hipertensi120–13980–89
🔴 Hipertensi Tingkat 1140–15990–99
🔴 Hipertensi Tingkat 2160–179100–109
🚨 Hipertensi Krisis≥ 180≥ 110
💡 Tekanan darah ideal adalah 90–119 / 60–79 mmHg
🩺
⚠️ Silent Killer

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi (darah tinggi) adalah kondisi tekanan darah yang terus-menerus berada di angka 140/90 mmHg atau lebih. Disebut "silent killer" karena sering tidak bergejala namun diam-diam merusak organ vital.

⚡ Faktor Risiko

🎂Usia >45 thn (pria) atau >55 thn (wanita)
👨‍👩‍👧Riwayat keluarga hipertensi
⚖️Kegemukan / obesitas
🛋️Kurang aktivitas fisik
🧂Konsumsi garam berlebih
🚬Merokok atau terpapar asap rokok
😰Stres berkepanjangan
🩸Diabetes dan kolesterol tinggi

🤕 Gejala yang Mungkin Muncul

Sakit kepala di tengkuk atau belakang kepala
Pusing atau sempoyongan
Pandangan kabur atau berkunang-kunang
Jantung berdebar tanpa sebab
Mimisan tanpa sebab
Sesak napas
📌 Catatan: Banyak penderita tidak merasakan gejala — itulah mengapa pemeriksaan rutin sangat penting.

💥 Komplikasi Jika Tidak Ditangani

🧠Stroke
❤️Serangan Jantung
🫘Gagal Ginjal
👁️Kebutaan
💔Gagal Jantung

🔵 Apa Itu Hipotensi?

Hipotensi adalah kondisi tekanan darah di bawah 90/60 mmHg. Umumnya tidak seberbahaya hipertensi, namun tetap perlu diperhatikan karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

😵 Gejala Hipotensi
  • ↘️Pusing mendadak saat berdiri dari posisi duduk atau tidur
  • 😩Lemas dan mudah lelah
  • 🤢Mual
  • 😵Hampir pingsan atau pingsan
  • 👁️Penglihatan gelap sejenak
  • 🧠Sulit berkonsentrasi
🔍 Penyebab Umum
  • 💧Kurang minum air (dehidrasi)
  • 🍽️Kurang makan atau puasa terlalu lama
  • 🩸Anemia
  • 🧍Berdiri terlalu cepat
  • 💊Efek samping obat tertentu
PATUH Pencegahan & Pengendalian Hipertensi
  • P
    Periksa kesehatan secara rutin
  • A
    Atasi penyakit penyerta seperti diabetes dan kolesterol
  • T
    Tetap minum obat sesuai anjuran dokter
  • U
    Upayakan gaya hidup sehat
  • H
    Hindari asap rokok, alkohol, dan stres
CERDIK Gaya Hidup Sehat
  • C
    Cek kesehatan rutin
  • E
    Enyahkan asap rokok
  • R
    Rajin olahraga minimal 30 menit/hari, 5× seminggu
  • D
    Diet sehat dan seimbang
  • I
    Istirahat cukup 7–8 jam per malam
  • K
    Kelola stres
🥗
Diet DASH

Prinsip Diet DASH

Dietary Approaches to Stop Hypertension — pola makan yang terbukti efektif membantu mengendalikan tekanan darah tinggi.

🥤 Panduan Minuman

📅 Menu Seminggu Penderita / Berisiko Hipertensi

Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Minggu
🌅 Pagi
Ubi rebus + tempe bacem (kurangi garam) + tumis kangkung + air putih
☀️ Siang
Nasi putih (porsi sedang) + ikan tongkol kukus bumbu kunyit + sayur bening bayam + pepaya
🍎 Selingan
Pisang atau semangka
🌙 Malam
Nasi putih porsi kecil + tahu kukus + sup wortel kentang + air putih
🌅 Pagi
Singkong rebus + telur rebus 1 butir + jus tomat segar tanpa gula
☀️ Siang
Nasi putih + ayam kampung kukus tanpa kulit (bumbu kunyit, kurangi garam) + lalapan timun tomat + air putih
🍎 Selingan
Kacang rebus tanpa garam
🌙 Malam
Bubur kacang hijau tanpa gula berlebih + semangka + air putih
🌅 Pagi
Jagung rebus + telur dadar tanpa garam + susu kedelai tanpa gula
☀️ Siang
Nasi putih + pepes ikan + tumis buncis wortel + jus belimbing tanpa gula
🍎 Selingan
Pepaya atau pisang
🌙 Malam
Nasi putih porsi kecil + tahu kukus + sayur lodeh (santan encer, kurangi garam) + air putih
🌅 Pagi
Ubi rebus + telur rebus + jus jeruk segar tanpa gula
☀️ Siang
Nasi putih + ikan lele bakar (tanpa garam berlebih) + lalapan timun tomat + tumis tauge + air putih
🍎 Selingan
Alpukat atau pisang
🌙 Malam
Nasi putih porsi kecil + sup tahu wortel kentang + air putih
🌅 Pagi
Singkong rebus + tempe goreng (minyak sedikit) + susu kedelai tanpa gula
☀️ Siang
Nasi putih + ikan tongkol tumis tomat (kurangi garam) + sayur asem (kurangi garam) + air putih
🍎 Selingan
Semangka atau jeruk
🌙 Malam
Jagung rebus + tahu goreng (minyak sedikit, tanpa garam) + sayur bening + air putih
🌅 Pagi
Nasi putih porsi kecil + telur rebus + tumis bayam + air rebusan daun salam
☀️ Siang
Nasi putih + ayam kampung rebus bumbu kunyit (kurangi garam) + tumis kangkung + pepaya
🍎 Selingan
Kacang hijau rebus
🌙 Malam
Ubi rebus + sup ikan (kurangi garam) + sayur bening + air putih
🌅 Pagi
Bubur ayam kampung (kurangi garam, tanpa kerupuk) + jus tomat segar
☀️ Siang
Nasi putih + ikan bakar (bumbu minimal, tanpa kecap) + lalapan + tumis kangkung + air putih
🍎 Selingan
Pisang atau alpukat
🌙 Malam
Nasi putih porsi kecil + sup tahu wortel + semangka + air putih

📌 Catatan Penting

  • ✔️ Nasi putih tetap boleh, yang penting porsi dijaga dan tidak makan berlebihan
  • ✔️ Variasikan sumber karbohidrat: nasi, ubi, singkong, jagung — semuanya baik asal tidak digoreng
  • ✔️ Air putih adalah minuman terbaik, biasakan minum sepanjang hari
  • ✔️ Yang paling harus dikurangi: garam, ikan asin, gorengan, dan minuman manis
  • ✔️ Selingan buah segar lebih baik daripada camilan kemasan
🌿Herbal bersifat pendukung, bukan pengganti obat. Tetap konsultasi ke dokter, bidan, atau perawat desa untuk penanganan yang tepat.

🩺 Untuk Hipertensi

🧄

Bawang Putih

Mengandung allicin yang membantu relaksasi pembuluh darah

🌿

Seledri

Rebus 5 batang, minum airnya 2 kali sehari

Belimbing Wuluh

Jus 2 kali sehari, efektif membantu menurunkan tekanan darah

🍃

Daun Salam

Rebus 7 lembar, minum pagi dan sore

🟡

Kunyit

Seduh dengan air hangat, konsumsi secara rutin

🔵 Untuk Hipotensi

🫚

Jahe Merah

Seduhan hangat di pagi hari untuk meningkatkan tekanan darah

🌰

Kayu Manis

Tambahkan ke minuman hangat setiap pagi

🚨 Segera Cari Pertolongan!

Jangan tunda jika Anda atau orang di sekitar mengalami tanda-tanda berikut:

  • 🤯Sakit kepala hebat mendadak yang tidak tertahankan
  • 💔Nyeri dada atau sesak napas tiba-tiba
  • 🧠Wajah mencong, bicara pelo, tangan atau kaki lemah sebelah (tanda stroke)
  • 📊Tekanan darah di atas 180/110 mmHg
  • 😵Pingsan atau kehilangan kesadaran
  • 👁️Penglihatan gelap mendadak
📞 Hubungi petugas kesehatan atau segera ke IGD Puskesmas/Rumah Sakit terdekat. Jangan tunggu gejala memburuk.
🤰

Kesehatan Ibu & Anak

Panduan lengkap menjaga kesehatan ibu selama kehamilan, nifas, menyusui, hingga tumbuh kembang anak yang optimal.

📖 Pengertian

Kehamilan merupakan proses alami yang dimulai dari pembuahan hingga persalinan. Selama masa kehamilan, tubuh ibu mengalami banyak perubahan fisik, hormonal, dan emosional. Ibu hamil yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk menjalani persalinan yang aman dan melahirkan bayi yang sehat.

🧍‍♀️ Perubahan Fisik

  • Berat badan bertambah
  • Payudara membesar
  • Sering buang air kecil
  • Mudah lelah
  • Mual dan muntah (trimester awal)
  • Perubahan pada kulit dan rambut

💭 Perubahan Emosional

Selain fisik, ibu hamil juga sering mengalami perubahan suasana hati akibat perubahan hormon. Kadang ibu merasa bahagia, mudah cemas, sensitif, bahkan mudah menangis.

💚 Dukungan keluarga sangat penting untuk menjaga kesehatan mental ibu hamil.

Pemeriksaan antenatal care (ANC) penting untuk memantau kesehatan ibu & janin dan mendeteksi komplikasi sejak dini.

TrimesterPeriodeJumlah Kunjungan
Trimester I0–12 minggu1× kunjungan
Trimester II13–27 minggu2× kunjungan
Trimester III28–40 minggu3× kunjungan

🥗 Mengonsumsi Makanan Bergizi

Ibu hamil membutuhkan nutrisi lebih banyak untuk pertumbuhan janin, pembentukan plasenta, dan menambah energi ibu selama kehamilan.

😴 Istirahat yang Cukup

Tubuh bekerja lebih keras selama kehamilan. Kurang istirahat dapat menyebabkan tubuh mudah lelah dan meningkatkan risiko stres.

🚶‍♀️ Menjaga Aktivitas Fisik

Ibu hamil tetap dianjurkan bergerak aktif: jalan santai, senam hamil, dan peregangan ringan untuk melancarkan peredaran darah.

🚫 Hindari Hal Berbahaya

  • Rokok dan asap rokok
  • Minuman beralkohol
  • Obat tanpa anjuran tenaga kesehatan
  • Kelelahan berlebihan

⚠️ Segera Periksa ke Tenaga Kesehatan Jika Mengalami:

  • Perdarahan
  • Nyeri perut hebat
  • Bengkak berlebihan
  • Demam tinggi
  • Gerakan janin berkurang
  • Sakit kepala berat dan pandangan kabur
⚖️

Kalkulator Indeks Massa Tubuh (IMT)

Hitung IMT Anda berdasarkan standar Kementerian Kesehatan RI untuk orang Asia dewasa. Kenali kategori berat badan Anda dan dapatkan panduan intervensi yang tepat.

🔢 Hitung IMT Anda

KurangNormalOverweightObesitas
Kategori Nilai IMT Risiko Kesehatan
Kurang Berat Badan < 18,5 Risiko penyakit defisiensi gizi
Normal (Ideal) 18,5 – 22,9 Risiko rendah
Kelebihan Berat Badan 23,0 – 24,9 Risiko sedang
Obesitas > 25,0 Risiko tinggi

* Klasifikasi berlaku untuk orang dewasa (≥18 tahun) berdasarkan standar IMT Asia — Kemenkes RI

🔵 Kurang Berat Badan

IMT di bawah 18,5 dapat menandakan kekurangan gizi, anemia, atau masalah kesehatan lainnya. Perlu peningkatan asupan kalori dan konsultasi dengan tenaga kesehatan.

🟢 Normal (Ideal)

IMT 18,5–22,9 adalah rentang ideal untuk orang Asia. Pertahankan pola makan bergizi seimbang dan aktivitas fisik rutin minimal 150 menit per minggu.

🟡 Kelebihan Berat Badan

IMT 23,0–24,9 merupakan sinyal awal kelebihan berat. Risiko penyakit metabolik meningkat. Diperlukan penyesuaian pola makan dan peningkatan aktivitas fisik.

🔴 Obesitas

IMT di atas 25,0 meningkatkan risiko diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Penanganan komprehensif bersama tenaga kesehatan sangat dianjurkan.

📐 Rumus IMT

IMT = Berat Badan (kg) ÷ [Tinggi Badan (m)]²

Contoh: BB 65 kg, TB 1,65 m → IMT = 65 ÷ (1,65)² = 65 ÷ 2,72 = 23,9 → Kelebihan Berat Badan

ℹ️ Catatan Kemenkes RI: Standar IMT untuk orang Asia menggunakan batas yang lebih rendah dibandingkan standar WHO umum (≥30 untuk obesitas). Hal ini karena orang Asia cenderung memiliki persentase lemak tubuh lebih tinggi pada nilai IMT yang sama. Klasifikasi ini hanya berlaku untuk orang dewasa (usia ≥18 tahun) dan tidak berlaku untuk anak-anak, remaja, ibu hamil, dan atlet.